Sintang, Kalbar. - Jejakfaktanews.my.id Dugaan praktik judi sabung ayam mencuat di kawasan merano, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.kalimantan barat hasil investigasi serta laporan dari masyarakat kepada awak media pada Jumat. (12/12/2025)
Dari hasil investigasi dan laporan dari masyarakat bahwa arena sabung ayam di merano terkesan kebal hukum diduga di backingi oknum TNI dan beberapa oknum wartawan yang setiap Minggunya di transfer ke rekening masing-masing dengan jumlah bervariasi ada yang 150/orang kalau ramai 200/orang ucap sumber yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Dari luar lokasi, tampak sejumlah sepeda motor terparkir rapi di sekitar kawasan pemukiman merano dan sejumlah pemain tampak hilir-mudik memasuki kawasan tersebut,"ucap sumber.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 15.00 Wib s/d 18.00 Wib, terlihat sejumlah orang baru datang ke lokasi tersebut. Aktivitas ini semakin menguatkan dugaan warga adanya kegiatan judi sabung ayam dan judi kolok-kolok pada waktu-waktu tertentu dan terlihat aman dan infonya hari Jumat ini akan di adakan sabung janji sehingga para pemain dari daerah lain akan meramaikan perjudian tersebut," ucap sumber.
Beberapa warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keresahannya. Mereka menduga lokasi itu kerap digunakan untuk aktivitas perjudian sabung ayam dan kolok-kolok pada waktu-waktu tertentu,"ucap sumber yang tidak ingin di sebutkan namanya.
“Kami resah, karena takut jadi pusat keramaian yang mengganggu lingkungan. Kami khawatir kalau ada unsur perjudian di sana,” kata salah satu warga kepada wartawan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak aparat polres Sintang belum memberikan keterangan resmi terkait perjudian sabung ayam dan kolok-kolok di merano tersebut.
Harapan warga agar aktivitas perjudian tersebut segera di tindak tegas oleh aparat kepolisian agar penyakit masyarakat di kawasan merano bebas dari praktik perjudian sabung ayam dan kolok-kolok.
Media ini akan terus memantau perkembangan kasus ini dan melakukan klarifikasi ke pihak terkait agar informasi yang disajikan tetap berimbang dan sesuai fakta lapangan. (Tim/Red)
